A.
PROTOZOA
Protozoa (Yunani "Proto" =Pertama dan
"Zoon" Berarti hewan) adalah hewan bersel satu yang hidup sendiri
atau berkoloni (berkelompok). Tiap protozoa merupakan kesatuan lengkap yang
sanggup melakukan semuafungsi kehidupan.
Cara Hidup Protozoa adalah bersifat heterotrof. sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, Tetapi beberapa jenis protozoa hidup sebagai parasit manusia atau binatang. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitatnya. Ukuran protozoa sangat kecil dari yang hanya berukuran beberapa mikron sampai yang 40 mikron. bentuknya ada yang bulat, lonjong, simetris, atau ada yang tidak teratur.
Ada lebih dari 64.000 spesiaes protozoa telah di kenal, dan10.000 di antaranya adalah bersifat parasit. Dari 10.000 spesies hanya beberapa saja yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, tapi spesies itu sangat berbahaya bagi manusia.
Dalam hidupnya, protozoa mempunyai 2 stadium kehidupan, yakni : 1) stadium vegetatif (atau stadium tropozoit = makan), dan 2) stadium kista (atau stadium cyst = kantong) yang tidak aktif.
Protozoa yang patogen dapat merugikan hospes dengan cara berkembang biak, menyerang, merusak sel, serta dengan pengaruh toksin yang di milikinya. Penularan penyakit akibat infeksi protozoa dari hospes ke hospes lainnya secara langsung atau melalui makan atau air yang tercemar. Penularan penyakit terjadi pada saat protozoa hidup dalambentuk stadium kista atau dalam bentuk tropozoit.
Cara Hidup Protozoa adalah bersifat heterotrof. sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, Tetapi beberapa jenis protozoa hidup sebagai parasit manusia atau binatang. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitatnya. Ukuran protozoa sangat kecil dari yang hanya berukuran beberapa mikron sampai yang 40 mikron. bentuknya ada yang bulat, lonjong, simetris, atau ada yang tidak teratur.
Ada lebih dari 64.000 spesiaes protozoa telah di kenal, dan10.000 di antaranya adalah bersifat parasit. Dari 10.000 spesies hanya beberapa saja yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, tapi spesies itu sangat berbahaya bagi manusia.
Dalam hidupnya, protozoa mempunyai 2 stadium kehidupan, yakni : 1) stadium vegetatif (atau stadium tropozoit = makan), dan 2) stadium kista (atau stadium cyst = kantong) yang tidak aktif.
Protozoa yang patogen dapat merugikan hospes dengan cara berkembang biak, menyerang, merusak sel, serta dengan pengaruh toksin yang di milikinya. Penularan penyakit akibat infeksi protozoa dari hospes ke hospes lainnya secara langsung atau melalui makan atau air yang tercemar. Penularan penyakit terjadi pada saat protozoa hidup dalambentuk stadium kista atau dalam bentuk tropozoit.
B. CIRI CIRI
PROTOZOA
Berikut adalah ciri dari protozoa
1. Umumnya
tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
2. Protozoa
memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau
bulu cambuk (flagel).
3. Hidup bebas,
saprofit atau parasit
4. Organisme
bersel tunggal
5. Eukariotik
atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6. Hidup
soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
7. Dapat
membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan
endospora yang terjadi pada bakteri
8. Protozoa
mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9. Protozoa
tidak mempunyai dinding sel
10. Protozoa
merupakan organisme mikroskopis yang prokariot
C. PEMBAGIAN
KELAS PROTOZOA
Protozoa dapat dijumpai di parit, sawah, sungai,
bendungan, air laut, bahkan ada yang hidup dalam makhluk hidup lain. Protozoa
berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dengan membelah diri
atau membentuk spora, dan secara seksual dengan konjugasi.Berdasarkan alat
geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi empat filum yaitu sebagai berikut:
1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Ciri-ciri Rhizopoda sebagai berikut:
v Tidak
memiliki bentuk yang tetap.
v Bergerak dan
menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran
sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki semunya untuk
berpindah tempat.
v Ada yang
hidup bebas di alam dan ada yang parasit.
v Makanannya
berupa bakteri atau bahan organik lain.
v Berkembang
biak dengan membelah diri.
Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba sp.,
Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang
mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria
yang bermanfaat sebagai alat penggosok.
2. Filum Fagellata (Mastigophora)
Filum Flagellata memiliki ciri khas yaitu memiliki
alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip cambuk
yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk ke arah
yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.
Contoh Flagellata adalah Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit
dalam darah manusia dan vertebrata lainnya, berkembang biak dengan membelah
diri, dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Penyakit ini ditularkan
melalui gigitan lalat tse-tse.
3. Filum Ciliata (Cilliophora)
Ciliata bergerak dengan bulu getar (silia) yang
selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan seperti
gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk mengambil
makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan membelah
diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.
Contoh Ciliata adalah Paramaecium sp. Paramaecium
disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal.terdapat
mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan makanan masuk ke
mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut sel lalu masuk ke
kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar dalam sel
sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan melalui
vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa makanan berbentuk padat
dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat menepi ke membran sel.
Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.
4. Filum Sporozoa
Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota
filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap
tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai
parasit pada tubuh hewan maupun manusia. Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium
sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan
nyamuk Anopheles sp.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar