Rabu, 22 Oktober 2014

PROTOZOA



     
A.     PROTOZOA

 Protozoa (Yunani "Proto" =Pertama dan "Zoon" Berarti hewan) adalah hewan bersel satu yang hidup sendiri atau berkoloni (berkelompok). Tiap protozoa merupakan kesatuan lengkap yang sanggup melakukan semuafungsi kehidupan.
Cara Hidup Protozoa adalah bersifat heterotrof. sebagian besar protozoa hidup bebas di alam, Tetapi beberapa jenis protozoa hidup sebagai parasit manusia atau binatang. Semua protozoa memerlukan kelembaban yang tinggi pada habitatnya. Ukuran protozoa sangat kecil dari yang hanya berukuran beberapa mikron sampai yang 40 mikron. bentuknya ada yang bulat, lonjong, simetris, atau ada yang tidak teratur.
     Ada lebih dari 64.000 spesiaes protozoa telah di kenal, dan10.000 di antaranya adalah bersifat parasit. Dari 10.000 spesies hanya beberapa saja yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, tapi spesies itu sangat berbahaya bagi manusia.
     Dalam hidupnya, protozoa mempunyai 2 stadium kehidupan, yakni : 1) stadium vegetatif (atau stadium tropozoit = makan), dan 2) stadium kista (atau stadium cyst = kantong) yang tidak aktif.
     Protozoa yang patogen dapat merugikan hospes dengan cara berkembang biak, menyerang, merusak sel, serta dengan pengaruh toksin yang di milikinya. Penularan penyakit akibat infeksi protozoa dari hospes ke hospes lainnya secara langsung atau melalui makan atau air yang tercemar. Penularan penyakit terjadi pada saat protozoa hidup dalambentuk stadium kista atau dalam bentuk tropozoit.




B.     CIRI CIRI PROTOZOA
Berikut adalah ciri dari protozoa
1.    Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri  (heterotrof)
2.    Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambuk (flagel).
3.    Hidup bebas, saprofit atau parasit
4.    Organisme bersel tunggal
5.    Eukariotik atau memiliki membran nukleus/ berinti sejati
6.    Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
7.    Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup. sista, merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri
8.    Protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
9.    Protozoa tidak mempunyai dinding sel
10. Protozoa merupakan organisme mikroskopis yang prokariot

C.     PEMBAGIAN KELAS PROTOZOA
Protozoa dapat dijumpai di parit, sawah, sungai, bendungan, air laut, bahkan ada yang hidup dalam makhluk hidup lain. Protozoa berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dengan membelah diri atau membentuk spora, dan secara seksual dengan konjugasi.Berdasarkan alat geraknya, protozoa dikelompokkan menjadi empat filum yaitu sebagai berikut:
1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Ciri-ciri Rhizopoda sebagai berikut:
v  Tidak memiliki bentuk yang tetap.
v  Bergerak dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki semunya untuk berpindah tempat.
v  Ada yang hidup bebas di alam dan ada yang parasit.
v  Makanannya berupa bakteri atau bahan organik lain.
v  Berkembang biak dengan membelah diri.
Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba sp., Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria yang bermanfaat sebagai alat penggosok.
     Radiolaria

  Cangkang Foraminifera

     Amoeba sp.

2. Filum Fagellata (Mastigophora)
Filum Flagellata memiliki ciri khas yaitu memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip cambuk yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk ke arah yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.
Contoh Flagellata adalah Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit dalam darah manusia dan vertebrata lainnya, berkembang biak dengan membelah diri, dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse.
   Trypanosoma Brucei

3. Filum Ciliata (Cilliophora)
Ciliata bergerak dengan bulu getar (silia) yang selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan seperti gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk mengambil makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan membelah diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.
Contoh Ciliata adalah Paramaecium sp. Paramaecium disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal.terdapat mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan makanan masuk ke mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut sel lalu masuk ke kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar dalam sel sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat menepi ke membran sel.
    Paramaecium

Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.
    Vorticella

    Stentor

4. Filum Sporozoa
Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai parasit pada tubuh hewan maupun manusia. Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.
   Plasmodium sp.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar