BAB I
PENDAHULIAN
A.
Latar
Belakang
Fisika sepanjang yang telah diketahui telah dimulai pada tahun sekitar
2400 -2000 SM, ketika kebudayaan Harappan menggunakan suatu benda untuk
memperkirakan dan menghitung sudut bintang di angkasa. Sejak saat itu fisika terus berkembang dimulai dar
zaman prasejarah, sampai ke level sekarang. Perkembangan ini tidak
hanya membawa perubahan di dalam bidang dunia benda, matematika dan filosofi namun
juga, melalui teknologi, membawa
perubahan ke dunia sosial masyarakat. Revolusi
ilmu yang berlangsung terjadi pada sekitar tahun 1600 dapat dikatakan menjadi
batas antara pemikiran purba dan lahirnya fisika klasik. Dan
akhirnya berlanjut ke tahun 1900 yang menandakan mulai berlangsungnya era baru
yaitu era fisika modern. Di era ini
ilmuwan tidak melihat adanya penyempurnaan di bidang ilmu pengetahuan,
pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan tanpa henti, dari luasnya galaksi, sifat alami
dari kondisi vakum sampai lingkungan subatomik. Daftar persoalan dimana fisikawan
harus pecahkan terus bertambah dari waktu ke waktu.
Siapakah yang pertama sekali memulai fisika, tidak seorang pun tahu. Dari
ribuan bahkan ratusan juta tahun yang lalu fisika sudah dipelajari orang.
Terbukti dari banyaknya ahli fisika di seluruh jagat raya ini. Tokoh fisika
yang sangat berpengaruh dalam mengubah dunia misalnya Andre-Marie Ampere
lahir di Lyon, Prancis, 20 Januari 1775.dengan penemuannya yang berupa Galvanometer
dan William Thomson (Lord Kelvin) lahir di Belfast, Irlandia pada tanggal
26 Juni 1824 dengan penemuannya Termometer skala Kelvin.
B. Rumusan masalah
Dari uraian tersebut dapat dirumuskan masalahnya
sebagai berikut.
1.
Bagaimana sejarah lahirnya fisika klasik
2.
Tokoh-tokeh pada fisika klasik
C. Tujuan
1.
Untuk mengetahui sejarah fisika klasik
2.
Mengetahui tokoh-tokoh fisika klasik
3.
W
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Fisika Klasik
Fisika klasik Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini
diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal
dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat
terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika
Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat
ini. Fisika Klasik adalah fisika yang didasari prinsip-prinsip
yang dikembangkan sebelum bangkitnya teori kuantum, biasanya termasuk teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Pada fisika klasik
pendekatan terhadap pemecahan persoalan pada umumnya lebih didasarkan pada
dalil-dalil mekanika gerak. Disamping itu dalam penanganan solusi secara tegas
dilakukan perbedaan antara benda partikel dan fenomena gelombang dan begitu
juga mengenai tanggapan: tidak ada pembatasan-pembatasan dalam besarnya energi
(energi dapat bertambah atau berkurang dengan besaran nilai yang tidak dibatasi
dengan satuan tertentu).
B. Pokok Pemikiran Fisika Klasik
Pada zaman ini pemahaman dibidang kefisikaan masih
sempit dan perkembangannya tidak seluas pada perkembangan konsep-konsep fisika
modern. Pemikiran-pemikiran pada zaman ini adalah :
1. Mekanika Klasik (Mekanika Newtonian)
Mekanika
klasik menggambarkan dinamika partikel atau sistem partikel. Dinamika partikel
demikian, ditunjukkan oleh hukum-hukum Newton tentang gerak, terutama oleh
hukum kedua Newton. Hukum ini menyatakan, "Sebuah benda yang memperoleh
pengaruh gaya atau interaksi akan bergerak sedemikian rupa sehingga laju
perubahan waktu dari momentum sama dengan gaya tersebut". Hukum-hukum
gerak Newton baru memiliki arti fisis, jika hukum-hukum tersebut diacukan
terhadap suatu kerangka acuan tertentu, yakni kerangka acuan inersia (suatu
kerangka acuan yang bergerak serba sama - tak mengalami percepatan). Prinsip
Relativitas Newtonian menyatakan, "Jika hukum-hukum Newton berlaku dalam
suatu kerangka acuan maka hukum-hukum tersebut juga berlaku dalam kerangka acuan
lain yang bergerak serba sama relatif terhadap kerangka acuan pertama".
Konsep
partikel bebas diperkenalkan ketika suatu partikel bebas dari pengaruh gaya
atau interaksi dari luar sistem fisis yang ditinjau (idealisasi fakta fisis
yang sebenarnya). Gerak partikel terhadap suatu kerangka acuan inersia tak
gayut (independen) posisi titik asal sistem koordinat dan tak gayut arah gerak
sistem koordinat tersebut dalam ruang. Dikatakan, dalam kerangka acuan inersia,
ruang bersifat homogen dan isotropik. Jika partikel bebas bergerak dengan
kecepatan konstan dalam suatu sistem koordinat selama interval waktu tertentu
tidak mengalami perubahan kecepatan, konsekuensinya adalah waktu bersifat
homogen.
2. Elektrodinamika Klasik
Elekrodinamika,
sesuai dengan namanya adalah kajian yang menganalisis fenomena akibat gerak
elektron. Fenomena ini berkaitan dengan kelistrikan dan kemagnetan. Kendati
elektrodinamika merupakan bagian dari fisika klasik, hukum-hukum
elektrodinamika yang dikompilasi oleh Maxwell ternyata sesuai dengan teori
Relativitas, salah satu pilar dari fisika modern. Teori elektromagnet membahas
medan elektromagnet, yaitu medan listrik dan medan
magnet . Kedua besaran ini berhubungan dengan rapat muatan dan rapat arus.
Bagian ini tidak akan mengulas secara rinci teori medan elektromagnet sebab
dapat diperoleh dalam kuliah khusus tentang elektrodinamika. Hal yang perlu
dikemukakan di sini adalah bahwa menurut Maxwell, medan listrik dan magnet
memenuhi persamaan
Persamaan
ini mengungkapkan bahwa medan elektromagnet merambat dalam ruang dalam bentuk
gelombang dengan kecepatan tetap v. Maxwell adalah orang pertama yang
mengungkapkan bahwa gelombang EM pada jangkauan frekuensi tertentu adalah
gelombang cahaya. Sejak itu orang kemudian memahami bahwa gelombang EM meliputi
frekuensi sangat rendah seperti sinar tampak (frekuensi berkisar 4000 A -
7000A), hingga radiasi frekuensi tinggi seperti Sinar-X.
Dalam kajian
optika dipahami bahwa cahaya memiliki berbagai sifat yang
menunjukkan bahwa konsep cahaya sebagai gelombang tidak esensial. Akan tetapi
guna menjelaskan secara lebih tepat mengenai gejala interferensi, khususnya
difraksi, konsep cahaya sebagai gelombang adalah mutlak.
Pada
prinsipnya fisika klasik berpandangan bahwa materi terdiri atas partikel dan
radiasi terdiri atas gelombang. Pandangan ini menjadi acuan dalam menjelaskan
gejala alam. Contohnya, gaya yang dialami oleh partikel bermuatan seperti,
elektron dan proton, dengan massa masing-masing muatan listrik satu
satuan, berinteraksi melalui interaksi gravitasi (massa) dan elektromagnetik.
Geraknya dapat dijelaskan melalui Hukum Lorentz. Akan tetapi, teori klasik
tidak mampu menjelaskan bagaiman interaksi partikel ini dengan cahaya
(radiasi).
3. Termodinamika Klasik
Thermodinamika
adalah cabang ilmu pengetahuan yang membahas antara panas dan bentuk – bentuk
energi lainnya. Thermodimika merupakan sains aksiomatik yang berkenaan dengan
transformasi energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya . energi dan materi
sangat berkaitan erat, sedemikian eratnya sehingga perpindahan energi akan
menyebabkan perubahan tingak keadaan materi tersebut.
Hukum
pertama dari termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan
tidak dapat dihilangkan namun berubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang
lainnya. Hukum ini mengatur semua perubahan bentuk energi secara kuantitatif
dan tidak membatasi arah perubahan bentuk itu. Pada kenyataannya tidak ada
kemungkinan terjadinya proses dimana proses tersebut satu – satunya hasil dari
perpindahan bersih panas dari suatu tempat yang suhunya lebih rendah ke suatu
tempat yang suhunya lebih tinggi. Pernyataan yang mengandung kebenaran
eksperimental ini di kenal dengan hukum kedua termodinamika.
Keterbatasan
termodimika klasik. Termodinamika klasik menggarap keadaan sistem dari sudut pandang
makroskopik dan tidak membuat hipotesa mengenai struktur zat. Untuk membuat
analisa termodinamika klasik kita perlu menguraikan keadaan suatu sistem dengan
perincian mengenai karakteristik – karakteristik keseluruhannya seperti tekanan
, volume dan temperature yang dapat diukur secara lansung dan tidak menyangkut
asumsi – asumsi mengenai struktur zat.
Termodinamika
klasik tidak memperhatikan perincian, perincian suatu proses tetapi membahas
keadaan – keadaan kesetimbangan. Dari sudut pandang termodinamika jumlah panas
yang dipindahkan selama suatu proses hanyalah sama dengan beda antara perubahan
energi sistem dan kerja yang dilaksanakan., jelaslah bahwa analisa ini tidak
memperhatikan mekanisme aliran panas maupun waktu yang diperlukan untuk memindahkan
panas tersebut.
Termodinamika
klasik mampu menerangkan mengapa perpindahan panas dapat terjadi, namun
termodinamika klasik tidak menjelaskan bagaimana cara panas dapat berpindah.
Kita mengenal bahwa panas dapat berpindah dengan tiga cara yaitu konduksi,
konveksi dan radiasi.
4. Teori Relativitas Umum
Einstein
menyelesaikan teori relativitas umum pada 1915. Teori relativitas umum
menjelaskan bahwa gelombang elektromagnetik tidak sesuai dengan teori gerakan
Newton. Menurut Newton, gravitasi dianggap sebagai kekuatan penarik.
Planet-planet bergerak mengelilingi matahari dalam bentuk lingkaran elips
karena matahari memiliki kekuatan gravitasi yang amat besar. Tapi menurut
Einstein, gravitasi tidak dianggap sebagai kekuatan penarik, tapi lebih sebagai
kekuatan eksterior yang merupakan konsekwensi dari ruang dan waktu atau
ruang-waktu. Rangkaian ruang-waktu empat-dimensi yang melengkung seringkali
dilukiskan seperti sebuah karet yang dimelarkan oleh benda bermasa—bintang,
galaksi, dll. Benda bermassa seperti matahari melengkungkan ruang-waktu di
sekelilingnya dan planet-planet bergerak di sepanjang jalur melengkungnya
ruang-waktu. Einstein berkata: “materi memberitahu ruang bagaimana cara
melengkungkan/memelarkan dirinya; ruang memberitahu materi cara bergerak”. Teori
relativitas umum memprediksi dengan tepat sampai pada tingkatan apakah sebuah
sinar cahaya akan terbentang saat ia lewat di dekat matahari. Kalau dipaksa
menyimpulkan teori relativitas umum dalam satu kalimat: Keberadaan ruang,
waktu, dan gravitasi tidak terpisahkan dari benda.
C. Tokoh-Tokoh fisika Klasik
1. Benjamin thompson
Benjamin Thompson atau 'Count Rumford' (1753 – 1814) adalah
penemu, ilmuwan, negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika. Benjamin
Thompson dilahirkan di Woburn Utara, Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753
beragama Anglican. Ayahnya adalah seorang petani dan meninggal ketika Benjamin
Thompson berumur 2 tahun. Ibunya, Ruth Simonds menikah lagi dengan Josiah
Pierce pada bulan Maret 1976. Di masa kecilnya, Benjamin Thompson memiliki
keterbatasan untuk sekolah sehingga dia lebih banyak belajar sendiri dan
kemudian mendapat banyak pengetahuan dari teman dan kenalannya. Pada usia 13
tahun, Benjamin Thompson mulai melakukan beberapa pekerjaan seperti menjadi
juru tulis seorang importer, pedagang bahan kering dan kemudian magang di
Doctor John Hay of Woburn, dimana Thompson mendapatkan banyak pengetahuan
tentang ilmu medis. Bakat Thompson dalam bekerja dengan alat mekanis dan
kemampuan bahasanya yang sangat baik membuat John Fowle, salah satu guru
lulusan Harvard, membantunya untuk belajar dengan Professor John Winthrop di
Harvard.
Pada tahun 1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan mengajar di salah satu sekolah di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu pengetahuan pada Samuel Williams. Tidak beberapa lama kemudian, Thompson berpindah mengajar di Concord, New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin Thompson hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah Walker Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia.
Pada tahun 1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan mengajar di salah satu sekolah di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu pengetahuan pada Samuel Williams. Tidak beberapa lama kemudian, Thompson berpindah mengajar di Concord, New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin Thompson hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah Walker Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia.
Pada saat revolusi Amerika meledak, Thompson diajak bergabung
dengan Amerika untuk melawan Inggis karena dia memiliki hubungan penting dengan
pemerintah Inggris namun dia menolak. Benjamin Thompson meninggalkan
keluarganya di Amerika pada tahun 1974 dan bergabung dengan pemerintah Britania
Raya (Inggris) sebagai penasihat Jenderal Thomas Gage. Pada tahun 1776,
Thompson bekerja sebagai juru tulis di Sekretariat Negara kemudian jabatannya
terus naik menjadi Sekretaris Provinsi Georgia, dan pada tahun 1779 Benjamin
Thompson menjadi salah satu anggota Royal Society.
Selain politik, dunia militer juga digeluti oleh Benjamin Thompson. Di samping mengurusi masalah politik dan militer, Thompson juga aktif meneliti berbagai hal, terutama bidang Fisika. Sekitar tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan.
Selain politik, dunia militer juga digeluti oleh Benjamin Thompson. Di samping mengurusi masalah politik dan militer, Thompson juga aktif meneliti berbagai hal, terutama bidang Fisika. Sekitar tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan.
Saat meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson
menemukan adanya penyimpangan atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan
teori kalori. Di dalam laporannya kepada Royal Society yang berjudul "An
Experimental Enquiry concerning the Source of Heat excited by Friction"
(1798), Benjamin Thompson mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa
kerja mekanis akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk
gerak. Teori tersebut berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang
dihasilkan dari gesekan peluru meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis.
Peristiwa itu tak dapat dijelaskan dengan teori kalori terdahulu.
Di dalam laporan tersebut terdapat perhitungan jumlah
kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis. Teori yang dikemukakan
Thompson bertentangan dengan teori kalori yang terdahulu dan banyak orang pada
saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James Maxwell mengemukakan
teori kinetik kalor pada tahun 1871. Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah
kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian penahan panas, serta mengembangkan
cerobong asap dan tungku perapian yang ada.
Pada
tahun 1804, Thompson menetap di Paris dan menikah dengan Madame Lavoisier,
janda seorang ahli kimia Perancis, Antoine Lavoisier. Pernikahan tersebut hanya
bertahan beberapa tahun dan pada 1807 Benjamin Thompson pensiun dan menetap di
desa Auteuil dekat Paris. Thompson menjadi anggota Institusi Nasional Perancis
sebagai dan secara rutin berkontribusi dalam berbagai pertemuan dan debat ilmu
pengetahuan.
Penghargaan yang pernah diraihnya adalah Copley Medal. Setelah perceraiannya, Thompson dirawat oleh anak perempuannya hingga pada tanggal 21 Agustus 1814, Benjamin Thompson meninggal di Auteuil, Paris pada usia 61 tahun. Dibangun Monumen Benjamin Thompson di English Garden.
Penghargaan yang pernah diraihnya adalah Copley Medal. Setelah perceraiannya, Thompson dirawat oleh anak perempuannya hingga pada tanggal 21 Agustus 1814, Benjamin Thompson meninggal di Auteuil, Paris pada usia 61 tahun. Dibangun Monumen Benjamin Thompson di English Garden.
2. James Clerk Maxwell
James Clerk
Maxwell (Edinburgh, 13 Juni 1831-Cambridge, 5 November 1879) adalah fisikawan
Skotlandia yang pertama kali menulis hukum magnetisme dan kelistrikan dalam
rumus matematis. Pada tahun 1864, ia membuktikan bahwa gelombang
elektromagnetik ialah gabungan dari osilasi medan listrik dan magnetik. Maxwell
mendapati bahwa cahaya ialah salah satu bentuk radiasi elektromagnetik. Ia juga
membuka pemahaman tentang gerak gas, dengan menunjukkan bahwa laju
molekul-molekul di dalam gas bergantung kepada suhunya masing-masing.
3. Thomas Young
Thomas Young (13 Juni 1773 - 10 Mei
1829) merupakan ilmuwan dan peneliti asal Inggris. Ia berasal dari keluarga
Quaker di Milverton, dan merupakan anak bungsu dari sepuluh bersaudara. Di usia
14 tahun, ia telah menguasai 12 bahasa, yaitu Yunani, Latin, Perancis, Italia,
Hebrew, Chaldean, Siria, Samarita, Arab, Persia, Turki, dan Amharic. Pada tahun
1792, ia belajar medis di London, kemudian pada tahun 1794 pindah ke Edingburg
untuk melanjutkan proses belajarnya. Pada tahun 1797, ia melanjutkan studinya
di Universitas Emmanuel, Cambridge di bidang Ilmu Fisika dan memperoleh gelar
Doktor pada tahun 1796. Pada tahun 1801, Young melakukan eksperimen yang
menunjukkan adanya gejala interferensi pada gelombang. Untuk mendapatkan dua
gelombang yang koheren, Thomas Young menggunakan sumber cahaya titik yang di
depannya diletakkan penghalang dengan satu celah dan penghalang dua celah.
Gelombang yang dihasilkan sumber cahaya sekunder pada celah merupakan cahaya
koheren, karena berasal dari satu titik.
4. Michael
Faraday
Michael
Faraday (22 September 1791-25 Agustus 1867) ialah ilmuwan Inggris yang mendapat
julukan "Bapak Listrik", karena berkat usahanya listrik menjadi
teknologi yang banyak gunanya. Ia mempelajari berbagai bidangilmu pengetahuan,
termasuk elektromagnetisme dan elektrokimia. Dia juga menemukan alat yang
nantinya menjadi pembakar Bunsen, yang digunakan hampir di seluruh laboratorium
sains sebagai sumber panas yang praktis. Efek magnetisme menuntunnya menemukan ide-ide yang menjadi dasar teori
medan magnet. Ia banyak memberi ceramah untuk mempopulerkan ilmu pengetahuan
ilmu pengetahuan pada masyarakat umum. Pendekatan rasionalnya dalam
mengembangkan teori dan menganalisis hasilnya amat mengagumkan.
5. James
Prescott Joule
James Prescott Joule(lahir di Salford, Inggris, 24 Desember 1818 – meninggal di Greater Manchester, Inggris, 11 Oktober 1889 pada umur 70 tahun) ialah seorang ilmuwan Inggris. Ia dikenal
sebagai perumus Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi, “Energi tidak dapat diciptakan ataupun
dimusnahkan”. Ia adalah seorang ilmuwan Inggris yang berminat pada fisika.
Dengan percobaan, ia berhasil membuktkan bahwa panas (kalori) tak lain adalah suatu bentuk
energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori kalorik, teori yang
menyatakan panas sebagai zat alir. Salah satu satuan energi—Joule—dinamai atasnya. Pada
tahun 1840,
James menerbitkan sebuah karya ilmiah tentang panas yang dihasilkan oleh arus
listrik. Lalu pada tahun 1843,
ia menerbitkan kelanjutan karya ilmiahnya tentang bagaimana mengubah kerja
menjadi panas. Ia melakukan eksperimen menggunakan roda berpedal. Akhirnya dari
situ James merumuskan konsep fisika
mengenai kesetaraan energi mekanik dan energi panas. Empat tahun
kemudian, ia berhasil merumuskan hukum kekekalan energi, yang merupakan
hukum pertama dari hukum termodinamika. Hukum itu menyatakan
bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tapi dapat berubah dari
satu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasakan
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa periode ke tiga dalam sejarah fisika
disebut dengan periode fisika klasik, pokok-pokok fikiran pada masa ini adalah Mekanika
Klasik (Mekanika Newtonian), Elektrodinamika Klasik, Termodinamika Klasik, dan
Teori relativitas Umum.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar