Kamis, 31 Desember 2015

contoh proposal penelitian " pengaruh viskositas oli terhadap temperatur mesin"



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Minyak pelumas (Oli) adalah zat kimia yang umumnya berbentuk cair yang diberikan pada mesin untuk mengurangi panas akibat pembakaran dan mengurangi gaya gesek. Sebagaimana yang dikemukakan oleh (Musthaqim, 2014) “Minyak pelumas adalah zat cair yang digunakan sebagai pelumas dalam suatu mesin untuk mengurangi keausan akibat gesekan, dan sebagai pendingin serta peredam suara, akan tetapi suhu yang tinggi pada mesin akan merusak daya lumas”.
Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi secara bertingkat. Sebagaimana (wahyu, 2009) menyatakan bahwa “Oli biasanya diperoleh dari pengolahan minyak bumi yang dilakukan melalui proses destilasi bertingkat berdasarkan perbedaan titik didihnya”.
Oli memiliki peran penting dalam kendaraan bermotor, oli memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai pelumas mesin, sebagai pelindung mesin dari korosi, sebagai pembersih, dan sebagai pendingin mesin.
1.    sebagai pelumas mesin. Oli bekerja untuk mencegah gesekan langsung antar logam pada mesin baik pada komponen yang bergerak maupun komponen tidak bergerak, sehingga tingkat keausan dan kerusakan mesin dapat dikurangi.
2.    sebagai pelindung mesin dari korosi.
3.    sebagai pembersih. Oli memiliki bahan tambah salah satunya adalah deterjen, deterjen ini berfungsi membersihkan bagian-bagian mesin dari serpihan-serpihan logam kecil akibat gesekan yang kemudian akan dilarutkan oleh oli dan akan dibuang bersamaan dengan penggantian oli.
4.    sebagai pendingin. Panas yang diakibatkan oleh pembakaran bahan  bakar diruang bakar akan merambat ke dalam mesin, selain itu gesekan oleh komponen mesin juga akan menambah temperatur dalam mesin semakin besar, oleh karena itu oli sangat berperan penting, oli akan menyerap panas pada komponen-komponen mesin dan kemudian membawa ke penampungan oli yang selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang mengaliri penampungan oli.
Sebagaimana yang di kemukakan oleh haycock (2004:4) dalam bahasa Inggris bahwa “Daftar sederhana dari sifat positif khususnya yang berlaku untuk pelumas motor dapat diberikan sebagai berikut, Mengurangi gesekan, mengurangi pemakaian, Pendinginan, Anti-korosi, pembersih, penyekatan”.
Kekentalan oli berkaitan dengan kemampuan bekerja oli pada suhu yang ekstrim, oli yang baik adalah oli yang daya tahan terhadap suhu rendah (dingin) dan suhu tinggi (panas), kemampuan ini akan sangat mendukung ke 4 fungsi oli di atas. Tingkat daya tahan oli terhadap suhu ini dinyatakan dalam Society of Automotive Engineers (SAE), misalnya pada kemasan tertulis SAE 5W-40 ini berarti tanda 5W (Winter) bahwa pada suhu rendah (dingin) oli akan tetap memiliki kekentalan 5 dan pada suhu tinggi (panas) oli akan berada pada tingkat kekentalan 40, begitu pula dengan kode 15W-50 maka pada suhu terendah oli akan memiliki derajat kekentalan sebesar 15 dan pada suhu tertinggi oli memiliki tingkat kekentalan 50. Semakin kecil jarak kekentalan oli maka semakin baik kualitas oli tersebut misalnya SAE 5W-30 akan lebih baik dari kode SAE 5W-40.
Saat ini sebagian besar masyarakat memiliki kendaraan bermotor sehingga akan sangat membutuhkan oli. Oli yang dipakai pada kendaraan hendaknya harus sesuai dengan kebutuhannya, akan tetapi fakta menunjukkan bahwa sebagian besar para konsumen lebih memilih berdasarkan merk dan tidak memperhitungkan kebutuhan dari mesin. Mereka menganggap bahwa dengan merk yang bagus maka kualitasnya pasti bagus sehingga baik digunakan untuk mesin motor dan tanpa harus memperhitungkan kekentalannya. Mereka pula mengaggap bahwa tidak ada pengaruh kekentalan terhadap temperatur mesin. Akan tetapi ada pula yang menganggap bahwa  kekentalan oli berpengaruh pada temperatur mesin, dimana oli yang lebih kental akan membuat motor tidak mudah panas. Dari beberapa pendapat tersebut maka timbul pertanyaan apakah kekentalan oli memiliki pengaruh terhadap temperatur mesin atau tidak. Untuk membuktikan hal itu, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan mengangkat judul “PENGARUH VISKOSITAS OLI TERHADAP TEMPERATUR MESIN SEBAGAI SUMBER BELAJAR FISIKA PADA MATERI VISKOSITAS”
B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan ulasan tersebut di atas maka diperoleh rumusan masalah yakni:
1.   Apakah ada pengaruh viskositas oli terhadap temperatur mesin?
2.   Apakah oli yang memiliki kekentalan lebih besar yang baik untuk mendinginkan mesin?
C.     Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin di capai oleh peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh viscositas oli terhadap temperatur mesin. Dan hasil dari penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar pada materi viskositas pada mata pelajaran fisika.
D.     Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada:
1.    Manfaat bagi peneliti
Dengan penelitian ini dapat memberikan pengetahuan tentang viskositas oli terhadap temperatur mesin serta sebagai bahan pertimbangan untuk memilih oli berdasarkan kebutuhan mesin.
2.    Manfaat bagi siswa
Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai sumber pembelajaran yang berkenaan dengan viskositas fluida.
3.    Manfaat bagi masyarakat
Sebagai bahan pertimbangan bagi para penguna kendaran untuk memilih oli yang sesui dengan kebutuhan.

E.     Ruang Lingkup
Agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam penelitian ini maka peneliti akan membatasi ruang lingkup penelitian. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.     
Sifat Penelitian
:
Peneliian Kuantitatif
2.     
Objek Penelitian
:
Temperatur Mesin
3.     
Subjek Penelitian
:
Viskositas Oli
4.     
Tempat penelitian
:
Laboratorium P.MIPA Universitas Muhammadiyah Metro
5.     
Tahun Penelitian
:
2016

F.     Produk
Produk dalam penelitian ini berupa konsep yang akan dijadikan sebagai sumber belajar fisika pada materi viskositas yang berbentuk Hand Out.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar