BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Minyak pelumas (Oli)
adalah zat kimia yang umumnya berbentuk cair yang diberikan pada mesin untuk
mengurangi panas akibat pembakaran dan mengurangi gaya gesek. Sebagaimana yang
dikemukakan oleh (Musthaqim, 2014) “Minyak pelumas adalah zat cair yang
digunakan sebagai pelumas dalam suatu mesin untuk mengurangi keausan akibat
gesekan, dan sebagai pendingin serta peredam suara, akan tetapi suhu yang tinggi
pada mesin akan merusak daya lumas”.
Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi
minyak bumi secara bertingkat. Sebagaimana (wahyu, 2009) menyatakan bahwa “Oli
biasanya diperoleh dari pengolahan minyak bumi yang dilakukan melalui proses
destilasi bertingkat berdasarkan perbedaan titik didihnya”.
Oli memiliki peran penting dalam kendaraan bermotor, oli
memiliki beberapa fungsi diantaranya sebagai pelumas mesin, sebagai pelindung
mesin dari korosi, sebagai pembersih, dan sebagai pendingin mesin.
1. sebagai
pelumas mesin. Oli bekerja untuk mencegah gesekan langsung antar logam pada
mesin baik pada komponen yang bergerak maupun komponen tidak bergerak, sehingga
tingkat keausan dan kerusakan mesin dapat dikurangi.
2. sebagai
pelindung mesin dari korosi.
3. sebagai
pembersih. Oli memiliki bahan tambah salah satunya adalah deterjen, deterjen
ini berfungsi membersihkan bagian-bagian mesin dari serpihan-serpihan logam
kecil akibat gesekan yang kemudian akan dilarutkan oleh oli dan akan dibuang
bersamaan dengan penggantian oli.
4. sebagai
pendingin. Panas yang diakibatkan oleh pembakaran bahan bakar diruang bakar akan merambat ke dalam
mesin, selain itu gesekan oleh komponen mesin juga akan menambah temperatur
dalam mesin semakin besar, oleh karena itu oli sangat berperan penting, oli
akan menyerap panas pada komponen-komponen mesin dan kemudian membawa ke
penampungan oli yang selanjutnya panas akan dibuang bersama udara yang
mengaliri penampungan oli.
Sebagaimana yang di kemukakan oleh haycock (2004:4) dalam
bahasa Inggris bahwa “Daftar sederhana dari sifat positif khususnya yang
berlaku untuk pelumas motor dapat diberikan sebagai berikut, Mengurangi gesekan,
mengurangi pemakaian, Pendinginan, Anti-korosi, pembersih, penyekatan”.
Kekentalan oli berkaitan dengan kemampuan bekerja oli
pada suhu yang ekstrim, oli yang baik adalah oli yang daya tahan terhadap suhu
rendah (dingin) dan suhu tinggi (panas), kemampuan ini akan sangat mendukung ke
4 fungsi oli di atas. Tingkat daya tahan oli terhadap suhu ini dinyatakan dalam
Society of Automotive Engineers (SAE), misalnya pada kemasan tertulis SAE 5W-40
ini berarti tanda 5W (Winter) bahwa pada suhu rendah (dingin) oli akan tetap
memiliki kekentalan 5 dan pada suhu tinggi (panas) oli akan berada pada tingkat
kekentalan 40, begitu pula dengan kode 15W-50 maka pada suhu terendah oli akan
memiliki derajat kekentalan sebesar 15 dan pada suhu tertinggi oli memiliki
tingkat kekentalan 50. Semakin kecil jarak kekentalan oli maka semakin baik
kualitas oli tersebut misalnya SAE 5W-30 akan lebih baik dari kode SAE 5W-40.
Saat ini sebagian besar masyarakat memiliki kendaraan
bermotor sehingga akan sangat membutuhkan oli. Oli yang dipakai pada kendaraan
hendaknya harus sesuai dengan kebutuhannya, akan tetapi fakta menunjukkan bahwa
sebagian besar para konsumen lebih memilih berdasarkan merk dan tidak
memperhitungkan kebutuhan dari mesin. Mereka menganggap bahwa dengan merk yang
bagus maka kualitasnya pasti bagus sehingga baik digunakan untuk mesin motor
dan tanpa harus memperhitungkan kekentalannya. Mereka pula mengaggap bahwa
tidak ada pengaruh kekentalan terhadap temperatur mesin. Akan tetapi ada pula
yang menganggap bahwa kekentalan oli
berpengaruh pada temperatur mesin, dimana oli yang lebih kental akan membuat
motor tidak mudah panas. Dari beberapa pendapat tersebut maka timbul pertanyaan
apakah kekentalan oli memiliki pengaruh terhadap temperatur mesin atau tidak.
Untuk membuktikan hal itu, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan
mengangkat judul “PENGARUH VISKOSITAS OLI TERHADAP TEMPERATUR MESIN SEBAGAI
SUMBER BELAJAR FISIKA PADA MATERI VISKOSITAS”
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan ulasan tersebut di atas maka diperoleh
rumusan masalah yakni:
1. Apakah
ada pengaruh viskositas oli terhadap temperatur mesin?
2. Apakah
oli yang memiliki kekentalan lebih besar yang baik untuk mendinginkan mesin?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan yang ingin di capai oleh peneliti adalah untuk
mengetahui pengaruh viscositas oli terhadap temperatur mesin. Dan hasil dari
penelitian ini digunakan sebagai sumber belajar pada materi viskositas pada
mata pelajaran fisika.
D.
Kegunaan
Penelitian
Penelitian ini diharapkan
dapat memberikan manfaat kepada:
1.
Manfaat
bagi peneliti
Dengan penelitian ini dapat memberikan
pengetahuan tentang viskositas oli terhadap temperatur mesin serta sebagai
bahan pertimbangan untuk memilih oli berdasarkan kebutuhan mesin.
2.
Manfaat
bagi siswa
Hasil penelitian ini akan digunakan
sebagai sumber pembelajaran yang berkenaan dengan viskositas fluida.
3.
Manfaat
bagi masyarakat
Sebagai bahan pertimbangan bagi para
penguna kendaran untuk memilih oli yang sesui dengan kebutuhan.
E. Ruang
Lingkup
Agar tidak terjadi kesimpang siuran
dalam penelitian ini maka peneliti akan membatasi ruang lingkup penelitian.
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
|
Sifat Penelitian
|
:
|
Peneliian Kuantitatif
|
2.
|
Objek Penelitian
|
:
|
Temperatur Mesin
|
3.
|
Subjek Penelitian
|
:
|
Viskositas Oli
|
4.
|
Tempat penelitian
|
:
|
Laboratorium P.MIPA
Universitas Muhammadiyah Metro
|
5.
|
Tahun Penelitian
|
:
|
2016
|
F. Produk
Produk dalam penelitian
ini berupa konsep yang akan dijadikan sebagai sumber belajar fisika pada materi
viskositas yang berbentuk Hand Out.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar