
TUGAS
SEJARAH
PERGERAKAN INDONESIA

NAMA : LIA Apriyani
NPM : 11220081
|
- Pada masa kolonial belanda, rakyat indonesia sangat merasakan penderitaan. Penderitaan rakyat indonesia itu diakibatkan adanya berbagai kebijakan kolonial belanda yang merugikan rakyaat indonesia. Pada masa itu, rakyat kecil sangat tertindas oleh penjajah. Untuk menakhiri penderitaan rakyat tersebut, dari kalangan tertentu terutama dari kalangan mahasiswa dan pemuda berusaha mengadakan perlawanan yang halus. Berangkat dari kesadaran dan kemauan untuk melawan, maka mulailah muncul berbagai organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi ini memiliki tujuan satu yakni untuk mencapai kemerdekaan bangsa indonesia.
REFERENSI :
Pringgodikdo, A.K. 1986. sejarah pergerakan rakyat indonesia. jakarta:
dian rakyat.
- Muhammadiyah. Lembaga ini didirikan oleh Ahmad Dahlan dengan tujuan mencerdaskan umat islam melalui pendidikan. Sejak dari awal pendirian, Muhammadiyah telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu media untuk mencapai tujuan organisasi ini yakni untuk menyerukan pentingnya kembali pada Al Qur’an dan Sunnah sebagai usaha mengatasi perbuatan menyimpang dalam kehidupan beragama umat islam di Indonesia yang melakukan praktik takhayul, bid’ah, dan kurafat dengan tidak mendasarkan dirinya pada madzhab atau pemikiran tertentu. Lewat pendidikan, Muhammadiyah mampu mencerdaskan umat islam dan bangsa Indonesia. Sejak dari awal pendirian, Muhammadiyah telah menempatkan pendidikan sebagai salah satu media untuk mencapai tujuan organisasi ini. Lewat pendidikan, Muhammadiyah mampu mencerdaskan umat islam dan bangsa Indonesia. Dalam rangka berperan aktif dalam dunia pendidikan, Muhammadiyah telah memutuskan visi, misi, dan tujuan pendidikan. Peenyelenggarakan Muhammadiyah tidak terlepas dari pembaharuan pemikiran islam di Indonesia yang bersifat organisatoris. Alasan berdirinya Muhammadiyah didasari oleh kerisauan Ahmad Dahlan terhadap kehidupan keagamaan umat islam Indonesia yang banyak menyimpang dari tradisi islam. Muhammadiyah didirikan untuk menyerukan pentingnya kembali pada Al Qur’an dan Sunnah sebagai usaha mengatasi perbuatan menyimpang dalam kehidupan beragama umat islam di Indonesia yang melakukan praktik takhayul, bid’ah, dan kurafat dengan tidak mendasarkan dirinya pada madzhab atau pemikiran tertentu. Dari latar belakang yang demikian, membuat Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dan didalamnya didirikan Lembaga Pendidikan yang disesuaikan dengan sistem pendidikan Islam agar tidak terisolasi
REFERENSI :
Pringgodikdo,
A.K. 1986. sejarah pergerakan rakyat
indonesia. jakarta: dian rakyat
Suhartono.
2001. sejarah pergerakan nasional dari
budi utomo sampai proklamasi 1908-1945. yogyakarta: pustaka belajar.
- Organisasi SI pada awalnya merupakan pekumpulan pedagang-pedagang islam. Organisasi ini dirintisoleh R.M. Tirto Adi Suryopada tahun 1909 dengan tujuan untuk melindungi hak-hak pedagang pribumi muslim dari monopoli dagang yang dilakukan untuk pedagang-pedagang tionghua. Tetapi juga untuk memberikan perlawanan terhadap bentuk kecurangan-kecurangan yang di lakukan oleh pejabat pemerintah maupun dari kalangan priyayi sendiri. Sehingga dari misi ini lah si banyak mendapat dukungan dari berbagai lapisan masyarakat bahkan si sendiripun berdiri di berbagai daerah baik daerah jawa maupun luar jawa. Bersama dengan itu juga, saat berlangsung kongres si ketiga ke surabaya, pengaruh samaun( afdeling b) makin menjalar ketubuh si . si pusat menolak adanya hubungan dengan afdeling B meskipun ada tuduhan bahwa cokroaminoto, sosrokardono dan pimpinan lainya membeli jimat, yang berarti berpihak pada afdeling B. Dalam kongres si ke-empat, si memeperhatikan gerakan buruh atau serikat kerja, serikat buruh akan memperkuat kedudukan partai dalam menghadapi pemerintah kolonial. Kemudian terbentuknya serikat buruh, si juga mulai menggerakan massa melalui rapat akbar, namun si afdeling b mendapat pengakuan penguasa belanda mendapat rintangan.
REFERENSI
:
Pringgodikdo,
A.K.1986.sejarah pergerakan rakyat
indonesia.jakarta:dian rakyat.
- pola pergerakan PNI lama dan PNI Baru secara kronologis
pola PNI lama
pendirian koperasi, memberantas riba, mandat dan judi, meningkatkan kesehatan,
membuka sekolah-sekolah, memperbaiki ststus wanita, dan meningkatkan
perdangangan dan perusahaan pribumi, namun karena konsentrasi pada tujuan
palitik membawa akibat bahwa soal-soal ekonomi, sosial, dan kultural kurang
mendapat perhatian. Dalam kongres di surabaya tanggal 27-30 mei 1928 di
putuskan untuk mengantikan pekataan “perserikatan” menjadi perkataan “partai”.
Pergantain nama ini berarti meningkatnya
PNI menjadi suatu organisasi yang lebih tersusun, menjadi suatu partai politik yang harus mempunyai program politik, ekonomi, sosial yang tentu dan berhati-hati dalam penerimaan
anggota. Didalam kongres ini di tentukan pula suatu daftar usaha yang mamuat
dalam hal:
politik
1. memperkuat
perasaan kebangsaan dan persaaan persatuan indonesia.
2. Menyebarkan
pengetahuan dan tentang sejarah nasional dan memperbaiki hukum nasional.
3. Menuntut
kemerdekaan diri, kemerdekaan pers, dan kemerdekaan berserikat dan berkumpul.
Ekonomi
1. Berusaha
untuk perekonomian nasional yang dapat berdiri sendiri
2. Menyokong
perdagangan dan perindustrian nasional
3. Mendirikan
bank nasional dan koperasi-koperasi untuk mencegah riba
Sosial
1.
Memajukan pengajaran nasional
2.
Memperbaiki kedudukan kaum wanita
3.
Memajukan sarekat-sarekat buruh dan tani
4.
Memperbaiki kesehatan rakyat
5.
Memajukan monogami
Pola PNI baru
menjujung sikap non-kooperasi, menurut pendapatnya tidak dari pihak belanda,
bukan pula dari kekuasaan lain yang mana pun diharapkan bantuan pada perjuangan
kemerdekaan indonesia, di samping itu dianggap tercela sekali kaum komunis
bekerja tentang melakukan pemerkosaan dan aksi-aksi rahasia. PNI baru
mengadakan rapat-rapat propaganda di rapat-rapat ini di bicarakan antara lain:
riwayat kolonisasi bangsa belanda, riwayat pergerakan bangasa indonesia,
kemerdekaan indonesia, peperangan lautan teduh, kedudukan tanah jajahan dan
daya upaya untuk mencapai kemerdekaan, persatuan kapitalisme dan impralisme.
Waktu kongresnya yang pertama yang diadakan dalam bulan juni di bandung. Aksi
dan hasil PNI baru itu menyebabkan di perintahkan supaya polisi bertindak lebih
keras di rapat-rapat dan kemudian, larangan bagi pegawai-negeri menjadi anggota
partai itu (27 juni 1933) lalu ada pula larangan bagi partai itu mengadakan
tapat-rapat di seluruh indonesia (1 agustus 1933), sedang akhirnya diambil
banyak aturan dengan jalan beberapa penangkapan: dalam bulan pebruari 1934
mohammad hatta( serta 3 orang anggota penggurus besar lainnya) ditangkap dan
kemudian diasingkan . oleh karna propaganda dengan lisan terlarang pada
rapat-rapat umum, maka diambilah jalan memberikan kursus-kursus dengan tulisan
kunjungan kerumah-ruamah.
REFERENSI
:
Pringgodikdo,
A.K.1986.sejarah pergerakan rakyat
indonesia.jakarta:dian rakyat.
- munculnya organisasi wanita
pada mulanya
sebelum munculnya organisasi wanita, wanita pada saat itu hanya berperan
sebagai ibu rumah tangga, yang hanya bekerja didapur, sumur dan kasur saja,,
wanita tidak boleh mengenyam pendidikan seperti halnya yang dapat dilakukan
oleh para laki-laki. Sehingga wanita sangat tertinggal jauh dari laki-laki
dalam hal pendidikan dan wawasan. Melihat kondisi seperti ini, banyak yang
ingin memperjuangkan hak-hak wanita agar mampu menyamakan derajatnya dengan
laki-laki.
tujuannya:
organisasi
wanita di bangun demi kepentingan kaum wanita, untuk memperjuangkan posisi
perempuan di dalam perkawianan dan kehidupan keluarga mempertinggi kecakapan
dan pemahaman ibu sebagai pemegang dan menentukan jalannya rumah tangga dalam
suatu keluarga, Tujuan awal dari organisasi wanita ini adalah untuk berjuang
dan perempuan miskin, untuk memperbaiki kedudukan sosialny. Namun dalam
perkembangannya organisasi itu juga berwawasan kebngasan. Wanita indonesia
mengadakan kongres perempuan indonesia, tujuan kongres adalah mempersatukan
cita-cita dan usaha untuk memajukan
wanita indonesia. Dalam kongres tersebut antara lain di putuskan
mendirikan gabungan perkumpulan wanita yang bernama perserikatan perempuan
indonesia.
REFERENSI
:
Pringgodikdo,
A.K.1986.sejarah pergerakan rakyat
indonesia.jakarta:dian rakyat.
- lainnya yang dianggap tidak merugikan
pihak Hindia Belanda. Pemerintah Belanda tidak hendak mematikan pergerakan
di Indonesia. Mereka tahu bahwa Hal itu juga disebabkan beberapa hal
seperti menjamin demokrasi yang makin tumbuh pasca Perang Dunia I,
keamanan yang diciptakan organisasi itu, dan sebab-sebab perasaan rakyat
yang tidak tersalurkan karena dibungkam oleh pemerintah akan mencari jalan
lain yang dapat menimbulkan gerakan-gerakan eksplosif yang tidak
diinginkan. Pemerintah Hindia Belanda hanya hendak melemahkan aktivitas
prgerakan yang bersifat radikal-revolusioner. Yang diharapkan oleh
pemerintah kolonial adalah semacam nasionalisme yang lunak dan kompromis,
yang dapat digunakan sebagai alat untuk membendung perasaan rakyat yang
membara dan menyalurkan ke arah pergerakan yang tidak membahayakan
kedudukan pemerintah Hindia Belanda.[3]
Kita lihat bagaimana pemerintah Hindia Belanda tidak menghilangkan pergerakan nasional di Indonesia tetapi dilemahkan dengan mengadakan vergaderverbod (larangan berkumpul). Tokoh-tokoh pergerakan Indonesia banyak yang diasingkan sehingga ruang gerak baginya dan organisasinya semakin sempit. Akan tetapi hal itu tidak membuat pergerakan nasional berhenti.
Sementara itu suasana politik dunia semakin tegang, tambahan pula Jepanag dengan pemerintahan militernya menjalankan pula politik ekspansionisme di daerah pasifik. Baik di negeri Belanda maupun di Indonesia kaum nasionalis menyadari bahwa dalam menghadapi fasisme tidak adaalternatif lain daripada memihak demokrasi. Maka dari itu perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme tidak lagi dilakukan secara mutlak bersikap anti. Ada kebersamaan yang mendekatkan kaum nasionalis dengan penguasa kolonial, yaitu mempertahankan demokrasi terhadap bahaya fasisme. Kesadaran itu muncul lebih dahulu di kalangan Perhimpunan Indonesia yang mulai melakukan haluan kooperasi. Pergerakan nasional yang berada di Indonesia juga mulai bersikap kooperatif.
REFERENSI
:
Pringgodikdo,
A.K.1986.sejarah pergerakan rakyat
indonesia.jakarta:dian rakyat.
- Pada tahun 1908, nama Indonesia untuk pertama kalinya di gunakan oleh Perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia adalah organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di negeri Belanda. Organisasi ini awalnya bernama Indische Vereeniging. Namun, pada tahun 1922 nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging, tetapi pada tahun yang sama namanya berubah menjadi Perhimpunan Indonesia. Para pahlawan kita, seperti Ki Hajar Dewantara, Budi Utomo, dan DR. Mohammad Hatta, turut memopulerkan istilah Indonesia untuk mengimbangi istilah 'Hindia Belanda' yang dipakai oleh pemerintah kolonial Belanda saat itu. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan nama Indonesia untuk mempersatukan pulau-pulau di Nusantara. Peristiwa sejarah Soempah Pemoeda atau Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari Pemuda-Pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. Hari Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting dalam sejarah Indonesia yang menggambarkan Kesatuan dan Persatuan Kebangsaan. Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya ciptaan W.R. Soepratman pertama kali dinyanyikan. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya. Tidak kalah penting pada peristiwa ini, bendera Merah Putih dikibarkan. Sumpah Pemuda, adalah ikrar dalam kongres pemuda ke II di Jakarta yang menyatakan bahwa Putra Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, menjunjung bahasa persatuan dan berbangsa satu yaitu Indonesia. Hal ini bukan omong kosong dan bukan pekerjaan dalam waktu singkat, dan juga bukan hasil usaha dari beberapa gelintir orang saja. Sejak kebangkitan nasional 20 Mei 1908, para pemuda Indonesia telah membuktikan diri kepada penguasa Kolonial bahwa anggapan jelek bangsa Indonesia itu "Laksheid", yang berarti pemalas, tidak bersatu serta saling bermusuhan, adalah tidak benar.
REFERENSI:
Pringgodikdo,
A.K.1986.sejarah pergerakan rakyat
indonesia.jakarta:dian rakyat
Sudiyo.
2004. perhimPunan indonesia. jakarta:
pt asdi mahasatya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar